6 Contoh Investasi Jangka Pendek, Pahami Jenis dan Langkah Tepatnya!

contoh investasi jangka pendek

Sharing is caring!

Share on facebook
Share
Share on twitter
Tweet
Share on pinterest
Pin
Share on whatsapp
WhatsApp

Investasi menjadi pilihan banyak orang karena cara ini dianggap dapat bisa menjamin kondisi keuangan tetap terjaga di masa mendatang. Kebutuhan mendesak bisa terjadi kapan saja, dan yang paling mudah adalah memiliki investasi jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Bagi Anda yang mulai tertarik untuk berinvestasi, sebelum itu penting untuk memahami informasi seputar investasi dalam waktu singkat ini.

Langkah Tepat Memilih Investasi Jangka Pendek

Berbicara perihal keuangan, jika Anda ingat dalam akuntansi pasti pernah diajarkan mengenai investasi. Investasi dimaksudkan sebagai bentuk kegiatan menanam modal secara langsung maupun tidak, demi mengharapkan keuntungan atas hasil dari penanaman modal yang terkumpul.

Kemudian, sebenarnya apa saja contoh investasi? Bisa dikatakan, investasi cukup banyak contohnya misalnya seperti menabung, asuransi, deposito, pembelian emas, tanah, rumah, hingga investasi bisnis.

Dari beberapa contoh yang disebutkan, apakah tanah termasuk investasi jangka pendek? Tentu jawabannya tanah merupakan contoh investasi jangka panjang yang batas waktunya bisa sampai 10 tahun ke atas. Mengingat, harga jual tanah semakin meningkat seiring bertambahnya tahun.

Lantas, jika diminta untuk menjelaskan apa yang dimaksud investasi jangka pendek dan berikan contoh? Investasi ini bisa dilakukan seorang diri maupun oleh suatu badan usaha atau perusahaan.

Tujuan dari investasi adalah untuk mengembangkan uang, harta atau aset lainnya agar memperoleh keuntungan pada masa yang akan datang. Maka dari itu, penting untuk memahami langkah tepat sebelum melakukan investasi jangka pendek seperti berikut:

Menentukan Tujuan Investasi

Berinvestasi tanpa tujuan, sama saja dengan tidak berarti apa-apa dan Anda akan bingung. Lain hal, jika Anda sudah memiliki tujuan jelas dalam menata investasi untuk masa mendatang. Dengan begitu, Anda akan lebih termotivasi dan bisa menentukan jenis instrumen yang cocok.

Misalnya, dalam waktu 2 tahun mendatang Anda sedang membutuhkan biaya pernikahan. Maka, Anda harus menghitung kebutuhan dana dan uang yang harus diinvestasikan tiap bulannya untuk dapat melunasi biaya pernikahan dalam jangka 2 tahun lagi.

Tentukan Instrumen yang Anda Pahami

Dalam memilih instrumen untuk investasi tidak bisa sembarang. Tentukan yang menurut Anda paling mudah dipahami cara kerjanya, keuntungan dan apabila nantinya menemui kerugian.

Lebih baik jika Anda mempelajari dan membandingkan instrumen satu dengan lainnya untuk menemukan instrumen paling cocok. Jika sudah berjalan, selalu lakukan monitoring pada aset keuangan Anda.

Lakukan Disversifikasi

Disversifikasi portofolio adalah langkah tepat untuk melindungi aset keuangan pada investasi jangka pendek apabila mengalami kerugian.

Contohnya, Anda memilih investasi Reksa Dana dan tiba-tiba harga sahamnya turun, maka harus dilakukan disversifikasi portofolio misal membagi aset reksa dana 40% dan di P2P Lending 60%. Keadaan tersebut bisa Anda sesuaikan tergantung situasi.

Macam-Macam Investasi Jangka Pendek

Contoh Investasi Jangka Pendek

Sebagai informasi, terdapat tiga jenis investasi yang umumnya dibedakan berdasarkan batas waktunya. Selain jangka pendek, terdapat juga jangka menengah serta jangka panjang.

Namun, lebih mengerucut tentang apa saja investasi jangka pendek? Ada beberapa macam antara lain seperti:

1. P2P (Peer-to-Peer) Lending

Salah satu pinjaman jangka pendek yang satu terbilang masih baru ini sedang populer di kalangan investor. Investasi ini memungkinkan para investor untuk mengajukan dan memberikan pinjaman satu dengan yang lain tanpa adanya perantara dari pihak bank.

Investasi ini berada di bawah pengawasan perusahaan khusus yang bergerak pada investasi P2P Lending ini. Jenis peminjam investasi ini dapat dibedakan menjadi dua yaitu konsumtif dan produktif.

Pinjaman produktif diperuntukkan bagi pengusaha mikro, sedangkan konsumtif membebaskan peminjamnya untuk menggunakan uangnya dengan tujuan apapun. Untuk tenor investasi ini ada yang satu sampai dua tahun bahkan harian dengan keuntungan mencapai 15% ke atas.

2. ORI (Obligasi Negara Ritel)

Investasi ini menggunakan surat utang keluaran dari pemerintah, sehingga resikonya sangat karena pemerintah sebagai penjamin investasi ini. investasi ORI memiliki jumlah minimal cukup besar yakni mulai dari 3 juta rupiah dengan tenor selama 3 tahun.

3. SBR (Saving Bonds Ritel)

Sama seperti ORI yang menggunakan surat utang keluaran pemerintah, SBR membuka investasi minimal mulai 1 juta rupiah dengan tenor dalam 2 tahun. Menariknya, return yang didapat sebesar 7% lebih besar dibanding deposito yang berkisar 5-6%.

SBR ini juga terjamin keamanannya, jadi Anda sebagai pembeli SBR dan bertindak memberi pinjaman untuk obligasi yakni negara tak perlu khawatir.

Karena selain menggunakan uang hasil kumpulan instrumen investasi, pemerintah sebagai penerbit juga merupakan penjamin dari investasi ini.

4. Deposito

Deposito menjadi investasi yang bisa dibilang sudah banyak dikenal orang karena hampir sama dengan menabung dan sistem kerjanya mudah dimengerti.

Bedanya dengan menabung, deposito memerlukan dana setoran awal sebesar 5 juta rupiah baru setelahnya menyesuaikan kemampuan finansial investor.

Selain itu, investasi ini tidak bisa diuangkan sewaktu-waktu, melainkan harus menunggu jatuh tempo masa tenor selama 1 bulan, setengah tahun, setahun sampai dua tahun untuk dapat diambil.

5. Reksa Dana

Metode investasi ini sangatlah praktis dan likuid.  Pengelolaannya juga sederhana, karena bisa dilakukan oleh investor sendiri maupun manajer investasi dengan proses mengumpulkan dana yang didapat dari investor.

Adapun Reksa Dana jangka pendek ada dua yakni pasar uang dengan return sebesar 7 persen per tahun dan pendapatan tetap dengan keuntungan antara 9 sampai 10 persen per tahunnya.

6. Saham

Investasi jangka pendek berupa saham merupakan bentuk membeli kepemilikan dalam suatu perusahaan yang diwujudkan pada selembar kertas dari perusahaan.

Pada selembar kertas tersebut terdapat pernyataan bahwa nama yang tercantum pada surat tersebut sebagai pemilik perusahaan sesuai dengan modal yang ditanamkan pada perusahaan.

Melansir dari berita Kontan.co.id, Badan Pusat Statistik pada Mei 2021 merilis tentang data inflasi secara bulanan sebesar 0,32% atau secara tahunan sebesar 1,68% dan menyebut dari awal tahun banyak saham yang jadi incaran asing seperti BRRI 4,3 Triliun, TBIG 930,8 M dan lain-lain.

Dibutuhkan pemahaman dan pengetahuan yang jeli dalam menguasai pasar saham ini. Karena, investor mendapat laba dari saham yang dibelinya apabila perusahaan meraup keuntungan. Sebaliknya, investor rugi apabila perusahaan sedang mengalami kerugian.

Jika Anda masih pemula dan ingin berinvestasi, pada jenis-jenis di atas terdapat beberapa investasi dalam jangka pendek yang cocok bagi Anda yang aman dan paling menguntungkan, di antaranya seperti Reksa Dana, Deposito dan P2P Lending.

Namun, bagi Anda yang merasa takut terkena riba karena diketahui sejumlah investasi akan membebankan bunga yang tentunya cenderung berisiko, maka tak perlu khawatir sebab tersedia investasi syariah jangka pendek yang berpedoman pada nilai dan ajaran dalam agama Islam.

Sehingga, dalam praktiknya lebih mengutamakan asas kekeluargaan, manfaat dapat dirasakan oleh nasabah serta orang lain dan terhindar dari riba sehingga resiko lebih kecil.

Jadi,  siapkah untuk memulai investasi jangka pendek? Tentunya, setiap macam investasi mempunyai tingkat resiko yang berbeda. Sesuaikan dengan kondisi keuangan yang Anda mampu dan tujuan yang dibutuhkan. Mulailah berinvestasi dari sekarang untuk tabungan di masa mendatang.

Sharing is caring!

Share on facebook
Share
Share on twitter
Tweet
Share on pinterest
Pin
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

>