8 Cara Alternatif Mengobati Gusi Bengkak Akibat Gigi Berlubang

Mengobati Gusi Bengkak Akibat Gigi Berlubang

Sharing is caring!

Share on facebook
Share
Share on twitter
Tweet
Share on pinterest
Pin
Share on whatsapp
WhatsApp

Masalah mulut dan gigi kerap mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain menimbulkan rasa sakit yang luar biasa, masalah tersebut bisa memicu pembengkakan gusi. Berikut penjelasan lebih lanjut terkait gusi bengkak akibat gigi berlubang.

Kenapa Gigi Berlubang Menyebabkan Jadi Gusi Bengkak?

Sebenarnya, ada banyak sekali penyebab gusi menjadi bengkak, salah satunya gigi berlubang. Dalam hal ini, gigi berlubang yang dimaksud adalah yang sudah berkembang menjadi abses gigi. Biasanya, pembengkakan yang muncul akan disertai nyeri.

Selain itu, gusi dapat menjadi bengkak akibat peradangan atau gingivitis. Penyebab dari hal ini adalah kebersihan mulut yang kurang terjaga.

Tak hanya itu, gusi bengkak juga dapat dipicu oleh pertumbuhan gigi geraham yang miring. Akibatnya, Anda akan sulit menjangkau bagian sela-sela gigi, sehingga kuman menumpuk dan menimbulkan infeksi.

Bahayakan Gusi Bengkak Akibat Gigi Berlubang?

Banyak orang yang menanyakan, apakah gusi bengkak akibat gigi berlubang itu berbahaya? Tentu saja berbahaya jika Anda tidak menanganinya sesegera mungkin. Apalagi, jika gusi bernanah dan berdenyut hebat.

Gusi yang terluka dan mengalami pembengkakan dapat memicu timbulnya bakteri dari dalam mulut ke aliran darah. Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi ini dapat menyebabkan infeksi pada otot dalam jantung.

sakit gigi

Bagaimana Cara Mengempeskan Gusi Bengkak?

Menurut hasil Riskesdas tahun 2018 lalu, gigi berlubang menjadi masalah gigi terbesar yang dialami masyarakat Indonesia. Hasil riset menunjukkan bahwa sekitar 45,3% masyarakat mengalaminya. Cara mengobati gusi bengkak cukup beraneka ragam. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Kumur Air Garam

Manfaat air garam bagi kesehatan mulut dan gigi sudah tidak dapat diragukan lagi. Sejak dahulu kala, air garam sudah diyakini mampu membantu mencegah pertumbuhan bakteri dan mengatasi peradangan di dalam mulut.

Cara membuat air garam juga sangat mudah. Anda hanya perlu melarutkan 2 sdt garam ke dalam segelas air. Setelah itu, gunakan larutan tersebut untuk berkumur 3 kali sehari.

2. Menggunakan Rempah-rempah

Selanjutnya, Anda dapat menggunakan beberapa bahan herbal atau rempah-rempah sebagai ramuan alami untuk mengatasi pembengkakan gusi akibat gigi berlubang. Untuk menghilangkan nyeri pembengkakan, Anda dapat mencampurkan bubuk rempah pilihan dengan sedikit air panas.

Kemudian, oleskan langsung pada area gusi yang bengkak. Setelah itu, Anda dapat berkumur dengan air putih biasa. Ulangi cara ini beberapa kali hingga rasa sakitnya mereda.

3. Kumur Air Lemon

Selanjutnya, Anda dapat menggunakan air lemon. Asam yang ada pada lemon dapat difungsikan sebagai alkali alami yang mengatur kadar pH dalam mulut agar tetap dalam keadaan seimbang.

Selain itu, lemon juga menjadi antibakteri alami yang dapat mencegah gigi berlubang. Pertama-tama, Anda perlu memeras 1 buah lemon, kemudian memasukkannya pada segelas air hangat. Lalu, gunakan air lemon untuk berkumur sebanyak 3 kali sehari sampai sakit benar-benar hilang.

4. Menggunakan Merica

Salah satu bumbu dapur yang paling banyak digunakan ini terbukti efektif dalam mengatasi gusi bengkak akibat gigi berlubang. Pasalnya, merica mengandung anti-inflamasi, antibakteri, dan properti analgesik. Untuk mengatasi pembengkakan, Anda dapat mencampurkan garam dan merica, kemudian tuang sedikit air dan oleskan langsung pada gusi yang sakit.

5. Menempelkan Bawang Merah

Siapa sangka jika ternyata bawang merah juga dapat digunakan untuk mengatasi gusi bengkak. Hal ini dikarenakan bawang merah mengandung antiseptik alami untuk membunuh kuman. Caranya, Anda hanya perlu menumbuk satu siung bawang merah bersamaan dengan garam. Lalu, tempelkan secara langsung pada bagian gusi yang bengkak.

6. Mengoleskan Madu

Cara selanjutnya adalah menggunakan madu murni. Madu terbukti mengandung zat yang mampu meredakan pembengkakan pada gusi. Anda hanya perlu mengoleskan madu secara langsung sebanyak 3 kali sehari sampai bengkak mulai mengempis.

7. Kumur Air Kelapa

Selanjutnya, Anda dapat berkumur menggunakan air kelapa. Sejak dahulu kala, air kelapa sudah terbukti mengandung antiseptik alami yang dapat meredakan pembengkakan. Anda dapat menggunakan cara ini dua kali sehari setelah menggosok gigi.

8. Kompres Air Es

Cara yang terakhir adalah dengan mengompres menggunakan air es atau es batu. Anda hanya perlu melapisi es dengan handuk, kemudian menempelkannya ke bagian gusi atau pipi yang bengkak.

Sebaiknya, ulangi kompres selama beberapa kali sampai pembengkakan menyusut dan sakitnya mereda. Hawa dingin dari es batu akan mematikan rasa sakit dari saraf pemicu nyeri. Selain itu, pembuluh darah di sekitar gusi juga akan menyempit.

Obat Untuk Gusi Bengkak Akibat Gigi Berlubang

obat

Jika berbagai cara di atas sudah Anda lakukan, tapi pembengkakan gusi tidak sembuh-sembuh, Anda dapat membeli obat apotik yang dijual bebas. Berikut beberapa obat yang Anda gunakan untuk meredakan nyeri dan gusi bengkak akibat gigi berlubang:

1. Hidrogen Peroksida

Anda dapat mengatasi pembengkakan pada gusi dengan berkumur menggunakan hidrogen peroksida. Larutan antiseptik ini bisa Anda temukan di toko obat atau apotek terdekat tanpa resep dokter.

Hidrogen peroksida merupakan suatu antiseptik berbentuk cairan yang dapat membunuh bakteri penyebab masalah gusi dan gigi. Antiseptik ini bekerja dengan cara mengangkat sel-sel kulit mati, serta membersihkan area gusi yang terinfeksi.

Namun, perlu Anda ketahui, cairan murni ini dapat melukai mulut dan gusi. Maka dari itu, sebaiknya Anda mengencerkannya terlebih dahulu menggunakan air.

2. Paracetamol

Obat paracetamol memang sudah terkenal ampuh dalam hal meringankan nyeri, termasuk nyeri dalam mulut. Anda dapat menemukan obat ini dengan mudah di toko obat, swalayan, apotek, bahkan warung.

Selain itu, obat ini juga aman untuk digunakan berbagai kalangan, mulai dari bayi di atas 2 bulan, lansia, hingga ibu hamil. Meskipun begitu, Anda perlu mengonsumsi obat ini sesuai dosis dan petunjuk dokter.

Obat yang mengandung paracetamol dapat Anda minum 6 jam sekali sehari. Untuk orang dewasa, paracetamol dapat dikonsumsi dengan dosis 500 mg sampai 1 gr. Sementara itu, bayi berusia 2 bulan sampai 2 tahun dapat mengonsumsinya dengan dosis 60-120 mg.

3. Chlorhexidine

Obat selanjutnya adalah chlorhexidine. Obat antiseptik yang satu ini dapat mencegah pertumbuhan bakteri yang menyebabkan gusi bengkak dan meradang. Sayangnya, obat ini hanya bisa dibeli jika Anda membawa resep dokter

Ada banyak sekali jenis obat ini, mulai dari larutan, salep, hingga obat kumur. Untuk mengatasi pembengkakan pada gusi, Anda dapat menggunakan jenis obat kumur.

Anda dapat menggunakan obat ini setelah selesai menyikat gigi. Perlu diingat, gunakan larutan untuk berkumur, bukan minum. Selain itu, hindari minum atau makan setelah berkumur agar kinerja obat lebih optimal.

4. Ibuprofen

Terakhir, Anda dapat membeli obat ibuprofen. Tak jauh berbeda dari paracetamol, ibuprofen juga sudah terkenal sebagai obat pereda nyeri, termasuk nyeri gusi. Bedanya, obat ibuprofen dapat meredakan radang dan demam yang menyertai pembengkakan.

Perlu Anda ketahui, efek ibuprofen jauh lebih kuat daripada paracetamol. Maka dari itu, Anda harus menggunakan obat secara hati-hati.

Dosis ibuprofen pada orang dewasa adalah 200-400 mg. Sementara itu, anak-anak berusia 6-12 tahun dapat mengonsumsinya dengan dosis 4-10 mg.

Obat ini harus diminum setelah makan. Bila dikonsumsi dalam perut kosong, kandungan obat ini malah dapat meningkatkan resiko perdarahan dan memperparah peradangan.

Setelah mengetahui penyebab dan cara mengobati gusi bengkak akibat gigi berlubang, Anda dapat menanganinya sesegera mungkin. Meskipun terlihat sederhana, nyatanya penyakit mulut dan gigi dapat berakibat fatal jika dibiarkan terus-menerus.

Sharing is caring!

Share on facebook
Share
Share on twitter
Tweet
Share on pinterest
Pin
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

>