Penyebab dan Cara Mengatasi Haid Tidak Teratur

Penyebab dan Cara Mengatasi Haid Tidak Teratur

Sharing is caring!

Share on facebook
Share
Share on twitter
Tweet
Share on pinterest
Pin
Share on whatsapp
WhatsApp

Sebagian wanita mengalami menstruasi atau haid yang tidak teratur. Ada yang mengalami siklus menstruasi memendek, memanjang, atau bahkan tak menstruasi dalam waktu tertentu. Lantas, bagaimana cara mengatasi haid tidak teratur?

5 Cara Mengatasi Haid Tidak Teratur

Apakah berbahaya jika haid tidak teratur? Pertanyaan tersebut biasanya muncul ketika haid sedang tidak lancar, seperti mereka yang terlambat dua bulan atau lebih. Namun, Anda tak perlu khawatir karena bisa mengatasinya dengan beberapa cara sebagai berikut:

1. Istirahat Cukup

Stres dan kelelahan bisa memicu siklus haid tidak teratur. Haid yang tadinya normal menjadi lebih lambat atau datang lebih cepat. Misalnya, Anda bisa haid dua kali dalam satu bulan atau bahkan tidak sama sekali ketika sedang stres.

Cara mengatasi haid tidak teratur yang paling ampuh adalah dengan istirahat yang cukup. Sebaiknya, kurangi bahkan stop begadang. Tidurlah yang cukup sehingga tubuh dan pikiran kembali rileks dan mampu menjaga hormon pengatur haid. Tidurlah yang cukup dengan waku 7-8 jam setiap malam.

Jika kesulitan tidur, Anda bisa melakukan berbagai cara, seperti mematikan atau meredupkan lampu satu jam sebelum tidur. Lalu, atur suhu kamar dengan tepat agar tidak terlalu panas atau dingin. Terakhir, jauhkan alat elektronik dan hindari memainkannya sebelum memejamkan mata.

2. Yoga

Bagaimana cara mengatasi menstruasi wanita tidak normal? Salah satu caranya dengan berlatih yoga. Sebuah penelitian membuktikan bahwa melakukan yoga selama 35-40 menit dalam lima hari setiap minggunya selama 6 bulan dapat menurunkan kadar hormon yang berkaitan dengan haid tidak teratur.

Bukan hanya mengatasi haid yang tidak teratur, yoga juga mampu mengurangi rasa nyeri dan gejala emosional yang terjadi ketika haid. Misalnya, cemas, depresi, hingga meningkatkan kualitas hidup pada wanita dengan dismenore primer.

Wanita dismenore primer biasanya mengalami rasa sakit yang hebat sebelum dan selama periode haid berlangsung. Selain itu, penderita bisa muntah, mual, lesu, dan tidak bertenaga.

3. Menjaga Berat Badan

Menjaga berat badan juga tak kalah pentingnya agar siklus haid tetap terjaga. Pasalnya, berat badan yang tiba-tiba menurun atau naik drastis bisa mempengaruhi siklus haid.

Jika Anda merasa bahwa berat badan menjadi faktor haid tidak teratur, sebaiknya periksa ke dokter untuk bertanya berat badan ideal dan cara mengatur diet yang tepat.

4. Minum Jus Buah dan Sayur

Cara mengatasi haid tidak teratur selanjutnya adalah dengan mengonsumsi jus. Minumlah beberapa varian jus untuk melancarkan haid, misalnya seperti jus wortel.

Wortel merupakan salah satu sayuran yang terkenal dapat meningkatkan fungsi hormon. Kandungan vitaminnya yang kaya mampu menormalisasi siklus haid yang tidak teratur. Beberapa di antaranya adalah vitamin K, vitamin A, kalium, serat, fosfor, folat, dan sebagainya.

5. Jahe

Rempah yang satu ini dipercaya efektif untuk mengatasi haid yang tidak teratur. Jahe mampu bekerja sebagai obat pelancar alami karena mampu meningkatkan aliran darah haid dan meredakan rasa nyeri saat haid.

Minumlah air jahe hangat dengan tambahan sedikit gula, lalu minum 3 kali per hari sesudah makan. Konsumsilah secara rutin selama satu bulan agar siklus haid Anda lancar.

Jenis Haid Tidak Teratur

menstruasi

Menstruasi yang tidak teratur atau tidak lancar adalah ketika siklus terjadi kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari. Selain itu, siklus menstruasi dibilang tidak teratur karena waktunya yang kerap berubah setiap bulannya.

Volume darah juga merupakan bentuk dari menstruasi tidak teratur, seperti terkadang banyak atau justru lebih sedikit. Kondisi haid tidak lancar ini biasanya terjadi pada remaja yang memasuki masa pubertas. Pasalnya, hormon mereka belum seimbang.

Namun, ketika Anda mengalami haid tidak lancar setelah tahun pertama, hal itu bisa disebut sebagai menstruasi tidak normal dan digolongkan menjadi beberapa jenis atau tipe, yaitu:

  • Dismenore, kondisi merasa nyeri atau kram yang hebat pada perut saat haid.
  • Pendarahan uterus yang tidak normal, kondisi ketika pendarahan haid lebih banyak, berlangsung lebih dari 7 hari, atau muncul bercak dan pendarahan di antara dua periode masa haid.
  • Polymenorrhea, yakni siklus haid yang berjalan kurang dari 21 hari.
  • Oligomenorea, yakni kondisi haid yang menjadi lebih panjang atau tidak terjadi selama 35 hari lebih, namun kurang dari 90 hari.
  • Amenorrhea, yakni keadaan ketika tidak haid dalam waktu 3 bulan berturut-turut.

Penyebab Haid Tidak Teratur

Ketika mengalami haid tidak teratur, tak sedikit wanita yang kebingungan dan bertanya-tanya. Haid tidak teratur apa penyebabnya? Tak perlu khawatir, ada beberapa hal yang menyebabkan siklus haid menjadi tidak teratur.

1. Perubahan Hormon

Perubahan hormon biasanya terjadi pada remaja yang sedang mengalami pubertas sehingga memicu haid tidak lancar atau teratur. Selain itu, seseorang yang mendekati masa menopause juga kerap mengalami ketidakseimbangan hormon.

Hal tersebut biasanya ditandai dengan masa waktu haid yang memanjang atau memendek. Kemudian, volume darah haid yang keluar juga bisa sedikit dan banyak. Meski begitu, itu bukanlah hal yang perlu Anda cemaskan.

Beberapa hal lain, seperti stres atau kegelisahan jangka pendek dapat memicu hormon tubuh menjadi tidak seimbang. Hal itu akhirnya membuat siklus haid tidak teratur.

2. Gangguan Tiroid

Salah satu penyebab haid tidak teratur adalah karena gangguan tiroid. Kelenjar tiroid yang tak bekerja dengan baik atau terganggu akan berimbas pada siklus haid yang tidak teratur. Pasalnya, tiroid merupakan kelenjar dalam tubuh yang berfungsi untuk mengatur metabolisme tubuh.

Ketika kelenjar tiroid terganggu, biasanya Anda akan merasa mudah lelah, rambut rontok, atau terasa ngantuk berat, sehingga darah haid lebih banyak daripada biasanya.

3. Penggunaan Alat Kontrasepsi

Pemakaian alat kontrasepsi juga bisa menyebabkan haid tidak lancar. Misalnya, pil KB dapat menyebabkan volume darah haid lebih sedikit, terutama saat awal masa penggunaan, atau bahkan tidak mengalami masa haid sampai 6 bulan.

Selain itu, ada pula alat kontrasepsi lainnya, yaitu IUD (spiral). Sebaliknya dari pil KB, IUD dapat memicu darah haid yang keluar lebih banyak dari biasanya dan mengalami nyeri di perut.

4. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

PCOS merupakan kondisi adanya kista pada ovarium yang mengganggu proses evolusi ketika sedang haid. Hal tersebut memicu proses haid yang tidak teratur karena proses indung terganggu.

Biasanya, wanita dengan PCOS akan mengalami periode haid yang sangat jarang atau bahkan berkepanjangan. Selain itu, proses pelepasan sel telur yang tidak normal hanya sedikit mengeluarkan darah haid bahkan tidak mengalami haid.

5. Kehamilan

Salah satu tanda kehamilan adalah berhentinya haid. Sebaiknya, periksalah ke dokter untuk memastikan kehamilan tersebut. Biasanya, dokter akan menyarankan Anda untuk USG dan tes kehamilan.

Baca: 14 Tanda Awal Kehamilan Sebelum Telat Haid

Itulah beberapa penyebab haid tidak teratur dan cara mengatasinya. Namun, jika beberapa cara di atas tidak berhasil, Anda bisa berkonsultasi ke dokter dan meminta saran untuk cara perawatan terbaik. Dengan begitu, dokter akan membantu menemukan pengobatan yang tepat agar haid lancar dan teratur.

Sharing is caring!

Share on facebook
Share
Share on twitter
Tweet
Share on pinterest
Pin
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

>