Nyeri dan Sakit Ulu Hati Saat Hamil? Ini Cara Mengatasinya!

nyeri dan sakit ulu hati saat hamil

Sharing is caring!

Share on facebook
Share
Share on twitter
Tweet
Share on pinterest
Pin
Share on whatsapp
WhatsApp

Kondisi sakit ulu hati memang sering dialami oleh para ibu hamil. Walaupun bukan kondisi yang dapat membahayakan nyawa, tetapi Anda tetap perlu mengatasinya dengan baik. Artikel ini akan membahas mengenai penyebab, cara mengatasi, dan pertanyaan lainnya yang berhubungan dengan sakit ulu hati saat hamil.

Apa Itu Heartburn?

Menurut National Library of Medicine Amerika Serikat (NLM), heartburn merupakan suatu gejala gastrointestinal yang paling umum terjadi wanita hamil. Penyakit ini memiliki tingkat persentase kejadian mulai dari 17% sampai 45%.

Beberapa penelitian menyatakan bahwa heartburn meningkat seiring bertambahnya usia kandungan. Pada trimester pertama, heartburn meningkat dari 22% menjadi 39% pada trimester kedua. Kemudian, heartburn akan kembali meningkat menjadi 60%-72% pada trimester ketiga.

7 Penyebab Sakit Ulu Hati Ketika Hamil

Ibu hamil yang memasuki trimester ketiga atau usia kandungan 37 minggu sering mengeluhkan sakit pada ulu hatinya. Kenapa perut bagian atas terasa sakit saat hamil? Sakit pada ulu hati ini dapat terjadi karena beberapa hal.

Tak hanya saat hamil, nyeri ulu hati ini juga sering dialami oleh wanita yang sedang haid. Apa yang menyebabkan sakit ulu hati di saat haid? Kebanyakan hal ini disebabkan oleh penyakit lambung, seperti meningkatnya asam lambung yang naik sampai ke kerongkongan.

Sementara itu, heartburn pada ibu hamil memiliki beberapa penyebab. Berikut ini 8 penyebab sakit ulu hati saat hamil:

1. Ada Masalah Hati

Adanya nyeri pada perut kanan bagian atas bisa menjadi salah satu gejala dari intrahepatic cholestasis of pregnancy (IHP). Ibu hamil yang mengalami kasus ini biasanya akan diminta untuk melahirkan lebih awal. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya komplikasi yang serius, seperti cedera dan gagal hati pada bayi.

Jika Anda mengalami gejala lain dari intrahepatic cholestasis of pregnancy (IHP), seperti merasa gatal, mata dan kulit menguning, mual, serta muntah, maka segeralah datang ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

2. Cedera Limpa

Jika Anda merasakan nyeri pada perut bagian atas sebelah kiri, maka kemungkinan ada masalah pada limpa. Nyeri perut ini dapat terjadi akibat adanya pukulan pada perut yang membuat limpa memar. Jadi, sebaiknya Anda menjaga perut dengan hati-hati supaya tidak terjadi benturan yang dapat mencelakakan diri dan bayi.

3. Janin yang Semakin Besar

Penyebab lainnya yang dapat membuat nyeri perut adalah janin yang semakin membesar. Ukuran janin yang bertambah besar ini akan menekan perut ibu hamil dan membuat asam lambung menjadi naik ke kerongkongan.

Baca: 10 Ciri-Ciri Kepala Janin Sudah Masuk Panggul

4. Kontraksi

Adanya nyeri pada bagian atas perut juga bisa terjadi karena kontraksi. Kontraksi ini akan menyebabkan rasa sesak yang menyakitkan, terutama pada trimester ketiga.

Jika Anda merasakannya dari bagian atas perut, bisa jadi itu pertanda Anda akan segera melahirkan. Jadi, sebaiknya segera ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut dari dokter.

5. Kulit yang Meregang

Sakit nyeri pada perut juga bisa disebabkan oleh kulit yang meregang. Peregangan yang terjadi secara intens akan menyebabkan kulit terasa gatal, kencang, dan sakit nyeri yang terasa dari luar perut. Untuk mengatasi hal ini, Anda dapat menggunakan lotion dan memijat perut secara perlahan untuk mengurangi rasa nyerinya.

6. Meningkatnya Hormon Progesteron

Hormon progesteron yang meningkat akan membuat katup lambung menjadi lemah dan longgar. Akhirnya, asam lambung dengan mudah naik ke kerongkongan dan membuat Ibu hamil merasa nyeri dan mual.

7. Sistem Pencernaan yang Lambat

Tingginya hormon progesteron juga dapat menyebabkan proses pencernaan melambat. Hal ini akan membuat makanan lebih lama berada di dalam lambung, sehingga menyebabkan sakit nyeri dan pedih pada perut ibu hamil.

9 Hal yang Harus Dilakukan untuk Mengurangi Sakit dan Nyeri Ulu Hati Saat Hamil

Adanya nyeri pada ulu hati membuat para ibu hamil merasa tidak nyaman. Bagi Anda yang ingin mengurangi rasa sakit nyerinya, silahkan coba beberapa hal di bawah ini:

1. Mengatur Pola Makan yang Baik

cara mengatasi mual dan pusing saat hamil muda

Hal pertama yang bisa Anda lakukan untuk meminimalisir sakit pada ulu hati adalah dengan mengatur pola makan. Sebaiknya, ubah pola makan Anda menjadi porsi kecil, namun sering. Tujuan dari hal ini adalah supaya lambung bisa lebih cepat memproses makanannya.

Pola makan seperti ini juga akan mengurangi munculnya sakit nyeri pada ulu hati atau heartburn pada awal kehamilan. Selain itu, cara ini juga dapat meminimalisir rasa mual dan ingin muntah selama masa kehamilan.

2. Mengonsumsi Makanan yang Lunak dan Cair

Selain mengatur porsi makan, Anda juga bisa mengurangi terjadinya nyeri ulu hati dengan mengonsumsi makanan yang lebih lunak atau bertekstur cair. Mengonsumsi makanan yang lunak dan cair akan memudahkan proses kerja lambung.

3. Menghindari Makanan dan Minuman Beralkohol

Makanan dan minuman beralkohol juga tidak baik untuk lambung dan ibu hamil. Mengonsumsi alkohol selama masa kehamilan dapat membahayakan ibu dan bayinya. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menghindari kebiasaan makan dan minum alkohol selama masa kehamilan.

4. Menghindari Makanan yang Memicu Asam Lambung

Hal lainnya yang bisa Anda lakukan untuk mencegah sakit ulu hati saat hamil adalah dengan menghindari makanan yang membuat asam lambung menjadi naik. Sebaiknya, hindari makanan pemicu, seperti bawang merah, bawang putih, jeruk, tomat, kafein, cokelat, soda, dan makanan yang memicu asam lambung lainnya.

5. Meninggikan Posisi Kepala saat Tidur

Cara lainnya yang dapat Anda lakukan untuk mencegah nyeri ulu hati atau heartburn adalah dengan meninggikan posisi kepala 6 – 9 inci saat tidur. Untuk melakukannya, Anda dapat meletakkan bantal di bawah bahu. Letak kepala yang lebih tinggi ini berfungsi untuk mempercepat proses pencernaan, sehingga tidak menimbulkan nyeri.

6. Melakukan Terapi Akupuntur

Cara untuk mengatasi nyeri ulu hati lainnya adalah dengan melakukan terapi akupuntur. Terapi akupuntur ini akan membantu proses pencernaan menjadi lebih lancar. Namun, sebelum melakukan terapi akupuntur, sebaiknya Anda melakukan konsultasi ke dokter terlebih dahulu.

7. Mengunyah Permen Karet

Cara yang satu ini mungkin terlihat sedikit aneh karena Anda harus mengonsumsi permen karet untuk dapat mencegah heartburn. Fungsi dari mengunyah permen karet ini adalah untuk merangsang kelenjar ludah, sehingga dapat membuat asam lambung menjadi netral dan mencegah nyeri ulu hati.

8. Mengurangi Konsumsi Kopi

minum kopi saat hamil

Minum kopi saat pagi hari sepertinya sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia. Sebenarnya, tidak ada yang salah dari kebiasaan minum kopi. Hanya saja, selama masa kehamilan, kebiasan minum kopi setelah makan sepertinya harus dihentikan.

Pasalnya, kopi memiliki kandungan yang memicu asam lambung, yakni kafein. Asam lambung inilah yang nantinya akan membuat nyeri ulu hati. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengurangi konsumsi kopi dan minuman lainnya yang mengandung kafein.

9. Menggunakan Pakaian yang Longgar dan Nyaman

Selain tidur dengan kepala lebih tinggi, Anda juga harus menggunakan pakaian yang nyaman dan longgar. Pasalnya, pakaian yang terlalu ketat dapat menekan perut Anda dan membuatnya nyeri. Maka dari itu, sebaiknya Anda menggunakan pakaian longgar supaya bisa bergerak lebih bebas dan nyaman saat tidur.

Apakah Mual Hamil Menyebabkan Nyeri Ulu Hati?

Penyebab ibu hamil sering mual sebenarnya sangat beraneka ragam dan wajar saja terjadi. Namun, mual saat hamil kerap dikaitkan dengan nyeri ulu hati. Lantas, apakah keduanya berhubungan?

Jawabannya adalah iya. Baik mual maupun sakit ulu hati saat hamil, keduanya sama-sama disebabkan oleh asam lambung yang tinggi. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menghindari makanan yang dapat membuat asam lambung naik dan melakukan hal-hal yang telah dibahas di atas.

Apakah Nyeri Ulu Hati Akibat Maag Bisa Menyebabkan Keguguran?

Sebenarnya, maag yang terjadi pada ibu hamil bukanlah kondisi yang membahayakan nyawa ibu maupun bayinya. Kondisi maag yang dialami oleh para ibu hamil terjadi karena kebiasaan makan yang ditunda-tunda dan suka pilih-pilih makanan.

Maka dari itu, sebaiknya para ibu harus melakukan perubahan dengan mengonsumsi makanan dengan porsi yang lebih sedikit namun sering. Ibu hamil yang mengalami sakit maag dapat ditangani dengan memberikannya obat yang aman untuk kesehatan ibu dan bayinya, seperti Antasida.

Setelah mengetahui penyebab dan cara mengatasi sakit ulu hati saat hamil, Anda dapat menjaga kesehatan dengan lebih baik lagi selama masa kehamilan. Dengan begitu, kesehatan dan keselamatan Anda dapat lebih terjamin. Jangan lupa untuk selalu rutin konsultasi ke dokter selama masa kehamilan berlangsung.

 

Sharing is caring!

Share on facebook
Share
Share on twitter
Tweet
Share on pinterest
Pin
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

>