Pengertian dan Contoh Investasi Jangka Panjang dan Jangka Pendek

Contoh Investasi Jangka Panjang

Sharing is caring!

Share on facebook
Share
Share on twitter
Tweet
Share on pinterest
Pin
Share on whatsapp
WhatsApp

Akhir-akhir ini investasi menjadi topik yang umum dibicarakan kaum milenial dan generasi Z. Terlebih di masa pandemi seperti saat ini, persoalan finansial menjadi hal yang penting. Beberapa jenis investasi banyak ditawarkan, dari jangka pendek maupun panjang. Lalu, apa saja contoh investasi jangka panjang?

Investasi memiliki beberapa jenis, jenis yang umum dibedakan yaitu investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang. Keduanya memiliki perbedaan, terlebih pada urgensi penggunaan hasil investasi itu sendiri. Dalam artikel ini akan dipaparkan perbedaan antara keduanya.

Definisi Investasi

Kata investasi saat ini sudah akrab di telinga masyarakat. Kesadaran mengenai investasi saat ini menjadi kabar baik untuk kehidupan di masa yang akan datang. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan investasi?

Investasi merupakan sebuah usaha penanaman dana atau aset yang dilaksanakan oleh perorangan maupun perusahaan, dilakukan dalam jangka waktu tertentu untuk mendapatkan timbal balik yang berlipat di masa depan.

Jenis-jenis Investasi

Secara garis besar, investasi dapat dibedakan ke dalam 2 jenis. Jenis-jenis tersebut yaitu investasi jangka panjang dan investasi jangka pendek. Keduanya memiliki perbedaan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Berikut definisi dari masing-masing jenis investasi tersebut.

1. Investasi Jangka Pendek

Perbedaan antara dua jenis investasi ini didasarkan pada perbedaan jangka waktu berinvestasi. Investasi jangka pendek sendiri berarti suatu jenis investasi yang memiliki jangka waktu relatif pendek, yaitu berkisar antara satu hingga tiga tahun.

Investasi jangka pendek biasanya memiliki nilai kenaikan yang cukup konsisten, namun jumlahnya tidak terlalu besar. Jenis investasi ini disarankan bagi Anda yang baru memulai dunia ini.

2. Investasi Jangka Panjang

Apa yang dimaksud dengan investasi jangka panjang? Investasi jangka panjang adalah sebuah bentuk investasi di mana daya yang dimanfaatkan dijalankan secara berkelanjutan dan baru bisa dicairkan apabila telah melewati waktu jatuh tempo.

Investasi jangka panjang biasa dimanfaatkan untuk tabungan keluarga maupun pribadi. Biasanya dibutuhkan dalam hal pembiayaan umrah atau haji, pendidikan anak, pengadaan kendaraan dan rumah, biaya pernikahan, pensiun, dan masih banyak lagi.

Contoh-Contoh Instrumen Investasi

Dari kedua jenis investasi yang telah disebutkan di atas, masing-masing dibagi kembali menjadi beberapa jenis. Jenis-jenis investasi ini dibedakan berdasarkan bentuk instrumen investasi yang digunakan. Berikut contoh-contoh instrumen investasi.

contoh investasi jangka pendek

1. Contoh Instrumen Investasi Jangka Pendek

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, investasi jangka pendek cocok dilakukan bagi pemula. Investasi jenis ini memiliki nilai risiko yang lebih kecil dan cenderung aman. Apa saja contoh investasi jangka pendek? simak pemaparannya di bawah ini.

a. Saham

Saham merupakan salah satu bentuk instrumen investasi. Saham merupakan bukti kepemilikan sejumlah nilai suatu perusahaan atau bukti keikutsertaan permodalan. Pemilik saham memiliki hak untuk memperoleh deviden yang sesuai dengan berapa jumlah saham yang dimiliki.

Atas bukti kepemilikan inilah, maka pemilik saham dapat mengklaim kepemilikan suatu perusahaan terbuka. Dengan begitu, pemegang saham (berapapun jumlah lembarnya) berhak untuk mengikuti RUPS atau Rapat Umum Pemegang Saham.

b. Deposito Bank

Deposito adalah salah satu layanan yang disediakan oleh bank. Deposito merupakan produk penyimpanan uang yang berbeda dengan tabungan. Bedanaya, deposito baru bisa diambil dalam jangka waktu tertentu atas syarat-syarat yang sudah disepakati.

Beberapa bank menawarkan layanan ini dengan jangka waktu selama 12, 6, 3, dan 1 bulan. Jangka waktu jatuh tempo ini juga disebut dengan tenor.

c. Reksa Dana

Jenis instrumen yang satu ini juga sedang ramai diperbincangkan. Reksadana saat ini terbilang mudah untuk diakses, bisa melalui website atau aplikasi. Dengan kemudahan inilah proses pembelian reksa dana dapat dilakukan secara online.

Umumnya, reksadana terbagi menjadi 4 jenis, yaitu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, reksa dana saham, dan reksa dana pasar uang.

2. Contoh Instrumen Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang umumnya dimanfaatkan untuk kepentingan jangka panjang. Seperti pensiun, biaya pendidikan anak, biaya pernikahan, dan lain sebagainya. Apa investasi & sebutkan 10 macam investasi jangka panjang? Berikut pemaparannya.

a. Obligasi

Obligasi dapat dikatakan juga sebagai surat hutang. Peminjam memberikan surat hutang ini kepada pemberi pinjaman. Umumnya, jangka waktu yang diberikan pada jenis instrumen ini yaitu satu hingga 10 tahun.

b. Emas

Emas menjadi salah satu instrumen investasi jangka panjang. Investasi emas juga cocok dicoba bagi pemula. Instrument ini memiliki tingkat risiko yang kecil. Nilai emas cenderung stabil, bahkan meningkat seiring waktu.

c. Berlian

Contoh investasi jangka panjang selanjutnya yakni membeli berlian. Berlian tergolong ke dalam jenis batu mulia. Harga berlian di paasaran terbilang tinggi, sehingga hal ini bisa dijadikan ladang untuk berinvestasi.

d. Perak

Perak bisa menjadi salah satu pilihan investasi logam mulia selain emas dan berlian. Walaupun pamor perak tak seramai emas dalam dunia investasi ini, tapi perak masih tergolong aset yang likuid.

e. Reksa Dana Saham

Reksa dana terdiri dari beberapa jenis, salah satunya adalah reksa dana saham. Reksa dana saham merupakan salah satu instrumen investasi berjangka panjang yang cocok bagi pemula. Modal yang dibutuhkan pun cenderung lebih kecil.

f. Tabungan Berjangka

Tabungan berjangka tidak sama dengan jenis tabungan biasa. Uang dalam tabungan berjangka hanya bisa dicairkan pada waktu yang telah disepakati. Instrumen ini termasuk juga kedalam investasi jangka menengah dan panjang.

g. Properti

Instrumen yang satu ini rasanya sudah menjadi pilihan kebanyakan orang, terlebih para orang tua. Properti di sini bisa berupa rumah atau apartemen. Harga properti dari tahun ke tahun biasanya semakin meningkat, sehingga investasi properti bisa menjadi pilihan yang menjanjikan.

h. Peer to Peer (P2P) Lending

P2P lending akan mempertemukan antara pemberi dan peminjam uang dalam sebuah ruang atau platform yang telah disediakan. Berbeda dengan tabungan berjangka, jenis instrumen yang satu ini bisa mencairkan uang yang dipinjamkan setiap bulannya dengan cara iuran.

i. Saham

Saham termasuk ke dalam jenis investasi jangka menengah dan panjang. Keuntungan saham umumnya baru dirasakan pada tahun ketiga sampai kelima. dibutuhkan pemahaman yang baik dalam menggunakan instrumen ini untuk meminimalisir kerugian besar.

j. Unit Link

Unit link merupakan produk asuransi di mana terdapat komponen investasi di dalamnya. Ketika premi asuransi dibayarkan, maka sebagian jumlahnya akan ditempatkan pada suatu jenis investasi pilihan.

Dengan menggunakan contoh investasi jangka panjang ini, keuntungan yang diperoleh ada dua, yaitu dana investasi dan dana asuransi.

Pada 2020 lalu, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi investasi yang terjadi sepanjang 2020 yaitu senilai Rp 826,3 triliun. Jumlah ini diketahui tumbuh sebesar 2,1% dari tahun sebelumnya yang bernilai Rp 809,6 triliun.

Dalam akuntansi, investasi dinilai menjadi jalan yang baik untuk mempersiapkan keperluan di masa depan. Namun, perlu diperhatikan pula mengenai tingkat risiko dan keamanannya. Jangan hanya tergiur akan keuntungan yang besar, pelajari segala sesuatunya sebelum memulai.

Sharing is caring!

Share on facebook
Share
Share on twitter
Tweet
Share on pinterest
Pin
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

>